Ada Ultras Seblak di Penonton eSport, Apa Arti Ultras Seblak?
Novemberian.com – Fenomena “Ultras Seblak” mulai menjadi sorotan di berbagai ajang eSport tanah air, terutama di pertandingan gim populer seperti Mobile Legends, Dota 2, dan PUBG.
Istilah ini mencuri perhatian publik karena muncul dalam berbagai siaran langsung turnamen eSport, terutama ketika para penggemar meramaikan tribun penonton dengan sorakan khas dan atribut unik.
Menariknya, sebutan “Ultras Seblak” tidak sekadar menggambarkan kelompok suporter biasa, tetapi juga mencerminkan pergeseran identitas dalam dunia eSport yang kini semakin inklusif bagi perempuan.
Dalam beberapa tahun terakhir, eSport di Indonesia tumbuh menjadi industri hiburan besar yang tidak hanya mengandalkan keterampilan bermain gim, tetapi juga dukungan komunitas yang solid.
Sama seperti olahraga konvensional, munculnya kelompok pendukung fanatik menjadi warna tersendiri dalam setiap pertandingan.
Namun, istilah “Ultras Seblak” menghadirkan sisi baru yang unik, karena ia tidak hanya bernuansa dukungan fanatik, tetapi juga memiliki unsur budaya populer khas Indonesia.
Secara sederhana, “Ultras Seblak” adalah sebutan yang diberikan kepada kelompok penggemar wanita dalam dunia eSport yang dikenal antusias, ceria, dan penuh semangat.
Nama ini diambil dari kata “seblak,” makanan khas Sunda yang identik dengan cita rasa pedas dan disukai oleh banyak perempuan muda.
Keterkaitan antara “seblak” dan “ultras” seolah menggambarkan kombinasi antara semangat membara dan karakter feminin yang ekspresif.
Fenomena ini pertama kali muncul di media sosial, terutama di platform X (Twitter) dan TikTok, di mana para penonton wanita memperlihatkan dukungan mereka terhadap tim eSport favorit dengan gaya yang heboh namun menghibur.
Istilah “Ultras Seblak” kemudian menjadi viral setelah beberapa kreator konten menggunakan tagar tersebut saat menonton turnamen besar seperti MPL Indonesia atau PMGC.
Mereka biasanya tampil dengan atribut kasual khas anak muda seperti hoodie oversized, lightstick buatan sendiri, hingga banner bertuliskan nama pemain favorit.
Namun, yang membuat kelompok ini menarik bukan sekadar penampilan, melainkan cara mereka memeriahkan suasana pertandingan dengan chant lucu, jargon khas, hingga komentar spontan yang menjadi hiburan tersendiri di media sosial.
Meski sempat menuai pro dan kontra, kehadiran “Ultras Seblak” justru menunjukkan bahwa dunia eSport kini tidak lagi didominasi oleh laki-laki.
Keterlibatan perempuan sebagai penonton aktif menunjukkan adanya pergeseran persepsi publik terhadap eSport sebagai bentuk hiburan universal yang bisa dinikmati siapa saja.***




